Blog ini merupakan sarana untuk menambah pengetahuan masalah Pencegahan kebakaran.
Senin, 11 November 2019
Selasa, 30 Mei 2017
MENANGGULANGI KEBAKARAN DI LINGKUNGAN KERJA DAN TEMPAT TINGAL
APAR
(ALAT PEMADAM API RINGAN)
Untuk mencegah dan mengatasi kebakaran bukan hanya tanggung jawab
Dinas Pemadam Kebakaran, masyarakat secara umum wajib ikut serta untuk
mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran terutama di lingkungan kerja
atau di rumah masing-masing dengan melakukan hal-hal sebagai berikut :
Membiasakan memeriksa peralatan listrik di lingkungan kerja atau tempat tinggal, misalnya dengan :
1) Memperbaiki setiap sambungan yang longgar, karena sambungan
yang longgar dapat menyebabkan kabel menjadi panas dan kemudian akan
terbakar.
2) Menghindarkan penggunaan instalasi atau kabel yang tidak standar;
3) Menyesuaikan besarnya ukuran kabel/wayar dengan kebutuhan termasuk besarnya arus yang akan digunakan;
4) Hindarilah penggunaan steker yang bertumpuk;
5) Bagi yang menggunakan kompor gas, bila tercium bau gas yang bocor atasilah dengan cara mencabut regulator gas dari tabung, segera
buka semua jendela atau pintu agar gas yang bocor di ruangan dapat
keluar, jangan coba-coba menghidupkan atau mematikan lampu atau
peralatan listrik yang terpasang karena dapart menyebabkan terjadinya
percikan api dan dapat langsung menyambar ke gas yang sudah ada dalam
ruangan akibat kebocoran. Bila lampu di sekitar kompor gas sedang
menyala
“jangan matikan lampu listrik dan bila lampu memang sedang mati jangan hidupkan"
“jangan matikan lampu listrik dan bila lampu memang sedang mati jangan hidupkan"
6) Tidak membiarkan lilin atau lampu teplok tetap menyala pada saat akan pergi keluar rumah dan jangan letakkan lilin di atas benda
yang mudah terbakar sebaiknya pakai alas.
7) Awasi penggunaan peralatan listrik tidak disarankan menggunakan arus listrik terlalu berlebihan, misalnya mengambil arus
dari 1 titik atau penggunaan steker yang bertumpuk.
8)Bila masih menggunakan kompor minyak tanah tidak dibenarkan menambah minyak kompor pada kompor sedang menyala.
9)Isilah minyak genset pada saat hari masih terang (pagi/siang
atau sore hari) agar lebih mudah dipantau bila pada saat mengisi BBM ke
mesin Genset terjadi tumpahan pada mesin atau di lantai. tumpahan BBM
pada mesin Genset dapat membahayakan bila genset dihidupkan kemungkinan
besar ada percikan api dari busy mesin yang menyebabkan tiba-tiba
terjadi kebakaran.
10) Sebaiknya anda menyiapkan lampu emergency di rumah daripada menggunakan lilin atau lampu teplok.
11)Jangan biasakan menggunakan Laptop di atas kasur atau tempat tidur karena Laptop akan panas karena hawa panas dari kipas pendinginnya tidak keluar dan rawan sekali terjadi kebakaran terutama
pada saat anda tinggalkan atau anda sendiri tertidur.
12)Hindarkanlah meninggalkan puntung rokok di asbak atau meletakkan dan membuang puntung rokok sembarangan pastikan bahwa puntung
rokok telah benar-benar mati.
13)Awasi penggunaan obat nyamuk bakar, jangan terlalu dekat dengan tempat tidur atau di bawah gantungan baju karena bisa saja
sewaktu-waktu baju yang anda gantungkan terjatuh ke obat nyamuk bakar.
14)Siapkan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang siap-pakai di lingkungan kerja atau di rumah dan gunakan bila sewaktu-waktu diperlukkan untuk memadamkan api.
15)Waspada lingkungan sekitar dengan mengadakan simulasi di lingkungan kerja.
16)Periksa semua peralatan pendukung untuk pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran di lingkungan anda seperti apar, Hidran Kebakaran, Alat Pendeteksi Kebakaran dan Alarm kebakaran yang anda
miliki.
bilabangunan belum memiliki sarana prasarana sebaimana diatas disarankan agar segera melengkapinya sesuaikan dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
bilabangunan belum memiliki sarana prasarana sebaimana diatas disarankan agar segera melengkapinya sesuaikan dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
17) Jangan membakar sampah di tengah terik matahari atau pada saat angin kencang..
Apa yang akan dilakukan bila kebakaran terjadi?
1)Usahakan memadamkan api sebisa mungkin, apabila yang terbakar adalah kompor maka segera padamkan dengan menggunakan kain atau
goni yang sudah dibasahi terlebih dahulu.
2)Jangan sekali-kali menyiramkan air ke kompor yang sedang terbakar karena apai akan membesar secara tiba-tiba dan sangat membahayakan diri anda.
3)Bila yang terbakar adalah peralatan listrik, segera putuskan
aliran listrik secepatnya dan padamkan apinya dengan menggunakan bahan
yang tidak menghantar arus listrik seperti APAR jenis Powder, atau CO2,tapi bila listrik memang benar-benar sudah tidakberaruslagi barulah
dapat anda padamkan dengan manggunakan air.
4)Bila ternyata api tidak mampu anda padamkan, utamakan keselamatan diri anda dan orang-orang yang ada di
dalam gedung/bangunan dan segeralah minta bantuan kepada masyarakat sekitar anda sambil berteriak-teriak minta
tolong sertama upayakan agar segera menghubungi
dinas pemadam kebakaran setempat ke nomor telepon
113/(0745) 91691 untuk wilayah Sarolangun, berikan
yang jelas dan lengkap seperti apa yang terbakar dan
dimana lokasinya.
dalam gedung/bangunan dan segeralah minta bantuan kepada masyarakat sekitar anda sambil berteriak-teriak minta
tolong sertama upayakan agar segera menghubungi
dinas pemadam kebakaran setempat ke nomor telepon
113/(0745) 91691 untuk wilayah Sarolangun, berikan
yang jelas dan lengkap seperti apa yang terbakar dan
dimana lokasinya.
5)Bila yang terbakar adalah di lingkungan kerja, segera tekan tombol alarm kebakaran agar semua penghuni dan petugas di gedung datang
membantu.
6)Bila terkurung asap, usahakan segera keluar dengan cara merangkak untuk menghindarkan asap.
7) Hindarilah untuk berlindung di kamar mandi atau toilet karena tempat itu tidak aman untuk lokasi berlindung.
8) Siapkan jalur alternatifuntuk menyelamatkan diri dan dapat digunakan untuk menyelamatkan diri jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
9) Bila pada bangunan anda terdapat jeruji atau teralis,
usahakan agar jeruji atau teralis tersebut dapat dibuka dari dalam
(tidak dilas mati) agar lebih mudah digunakan untuk menyelamatkan diri.
10)Jika Anda mengalami luka akibat terbakar, secepatnya dinginkan
dengan air yang dingin atau es dan dapat juga disirami dengan air
mengalir lalu kemudian olesi dengan obat luka bakar, hindarilah
menggunakan odol gigi; Bila luka bakar cukup parah segera minta bantuan
dengan tim medis atau dokter.
HORMAT SAYA
HERIUS HS
Sabtu, 27 Mei 2017
MANAJEMEN PENANGGULANGAN BENCANA
Bencana adalah :
peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkanaik oleh faktor alam, faktor non-alam, maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis bagi manusia.
Penanggulangan Bencana yang efektif sangat tergantung pada kemampuan masyarakat itu sendiri, dan kemampuan masyarakat untuk bekerjasama dengan organisasi lain seperti pemerintah, LSM lokal dan internasional, dan sektor bisnis untuk mencegah, mengurangi risiko, menangani dan memulihkan situasi dari bencana.
Kondisi Umum adalah :
Indonesia Merupakan Negara Rawan Bencana.
- Pertemuan Tiga lempeng Tektonic Utama Dunia (Eurasia, India Australia, Samudra Fasifik
- Pertemuan Tiga Sistem Pegunungan
- Negara Kepulauan 2/3 dari daratan adalah perairan dan 500 sungai besar melalui jalur pendudukan.
- Jumlah Penduduk yang besar dan tidak merata.
- Sebanya 383 Kabupaten merupakan rawan bencana.
Relawan adalah :
Seorang atau kelompok yang memiliki kepedulian untuk bekerja secara sukarela dan ikhlas dalam upaya penanggulanggan bencana.
Kewajiban Relawan adalah:
1. mentaati peraturan dan prosedur yang berlaku.
2. menjunjung tinggi asas prinsip dan panca darma relawan penanggulangan bencana.
3. meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan bencana.
Hak relawan adalah:
1. memperoleh pengakuan dan tanda pengenal relawan.
2. mendapatkan peningkatan kapasitas
3. mendapatkan perlindungan hukum dalam pelaksanaan tugas penanggulangan bencana.
Penanggulangan Bencana Terpadu adalah:
1. Pemerintah.
2. Masyarakat
3. Dunia Usaha.
4. Bantuan Luar anegeri.
Demikian Sedikit pengetahuan mengenai Manajemen Penanggulangan bencana.
HORMAT SAYA
HERIUS HS
Sabtu, 21 Januari 2017
PENANGGULANGAN KEBAKARAN DI TEMPAT KERJA
Menanggulangi KebakaranDi Lingkungan Kerja Dan Tempat Tinggal
Untuk mencegah dan mengatasi kebakaran bukan hanya tanggung jawab
Dinas Pemadam Kebakaran, masyarakat secara umum wajib ikut serta untuk
mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran terutama di lingkungan kerja
atau di rumah masing-masing dengan melakukan hal-hal sebagai berikut :
Membiasakan memeriksa peralatan listrik di lingkungan kerja atau tempat tinggal, misalnya dengan :
1) Memperbaiki setiap sambungan yang longgar, karena sambungan
yang longgar dapat menyebabkan kabel menjadi panas dan kemudian akan
terbakar;
2) Menghindarkan penggunaan instalasi atau kabel yang tidak standar;
3) Menyesuaikan besarnya ukuran kabel/wayar dengan kebutuhan termasuk besarnya arus yang akan digunakan;
4) Hindarilah penggunaan steker yang bertumpuk;
5) Bagi yang menggunakan kompor gas, bila tercium bau gas yang bocor atasilah dengan cara mencabut regulator gas dari tabung, segera
buka semua jendela atau pintu agar gas yang bocor di ruangan dapat
keluar, jangan coba-coba menghidupkan atau mematikan lampu atau
peralatan listrik yang terpasang karena dapart menyebabkan terjadinya
percikan api dan dapat langsung menyambar ke gas yang sudah ada dalam
ruangan akibat kebocoran. Bila lampu di sekitar kompor gas sedang
menyala
“jangan matikan lampu listrik dan bila lampu memang sedang mati jangan hidupkan"
“jangan matikan lampu listrik dan bila lampu memang sedang mati jangan hidupkan"
6) Tidak membiarkan lilin atau lampu teplok tetap menyala pada saat akan pergi keluar rumah dan jangan letakkan lilin di atas benda
yang mudah terbakar sebaiknya pakai alas.
7) Awasi penggunaan peralatan listrik tidak disarankan menggunakan arus listrik terlalu berlebihan, misalnya mengambil arus
dari 1 titik atau penggunaan steker yang bertumpuk.
8)Bila masih menggunakan kompor minyak tanah tidak dibenarkan menambah minyak kompor pada kompor sedang menyala.
9)Isilah minyak genset pada saat hari masih terang (pagi/siang
atau sore hari) agar lebih mudah dipantau bila pada saat mengisi BBM ke
mesin Genset terjadi tumpahan pada mesin atau di lantai. tumpahan BBM
pada mesin Genset dapat membahayakan bila genset dihidupkan kemungkinan
besar ada percikan api dari busy mesin yang menyebabkan tiba-tiba
terjadi kebakaran.
10) Sebaiknya anda menyiapkan lampu emergency di rumah daripada menggunakan lilin atau lampu teplok.
11)Jangan biasakan menggunakan Laptop di atas kasur atau tempat tidur karena Laptop akan panas karena hawa panas dari kipas pendinginnya tidak keluar dan rawan sekali terjadi kebakaran terutama
pada saat anda tinggalkan atau anda sendiri tertidur.
12)Hindarkanlah meninggalkan puntung rokok di asbak atau meletakkan dan membuang puntung rokok sembarangan pastikan bahwa puntung
rokok telah benar-benar mati.
13)Awasi penggunaan obat nyamuk bakar, jangan terlalu dekat dengan tempat tidur atau di bawah gantungan baju karena bisa saja
sewaktu-waktu baju yang anda gantungkan terjatuh ke obat nyamuk bakar.
14)Siapkan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang siap-pakai di lingkungan kerja atau di rumah dan gunakan bila sewaktu-waktu diperlukkan untuk memadamkan api.
15)Waspada lingkungan sekitar dengan mengadakan simulasi di lingkungan kerja.
16)Periksa semua peralatan pendukung untuk pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran di lingkungan anda seperti apar, Hidran Kebakaran, Alat Pendeteksi Kebakaran dan Alarm kebakaran yang anda
miliki.
bilabangunan belum memiliki sarana prasarana sebaimana diatas disarankan agar segera melengkapinya sesuaikan dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
bilabangunan belum memiliki sarana prasarana sebaimana diatas disarankan agar segera melengkapinya sesuaikan dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
17) Jangan membakar sampah di tengah terik matahari atau pada saat angin kencang..
Apa yang akan dilakukan bila kebakaran terjadi?
1)Usahakan memadamkan api sebisa mungkin, apabila yang terbakar adalah kompor maka segera padamkan dengan menggunakan kain atau
goni yang sudah dibasahi terlebih dahulu.
2)Jangan sekali-kali menyiramkan air ke kompor yang sedang terbakar karena apai akan membesar secara tiba-tiba dan sangat membahayakan diri anda.
3)Bila yang terbakar adalah peralatan listrik, segera putuskan
aliran listrik secepatnya dan padamkan apinya dengan menggunakan bahan
yang tidak menghantar arus listrik seperti APAR jenis Powder, atau CO2,tapi bila listrik memang benar-benar sudah tidakberaruslagi barulah
dapat anda padamkan dengan manggunakan air.
4)Bila ternyata api tidak mampu anda padamkan, utamakan keselamatan diri anda dan orang-orang yang ada di
dalam gedung/bangunan dan segeralah minta bantuan kepada masyarakat sekitar anda sambil berteriak-teriak minta
tolong sertama upayakan agar segera menghubungi
dinas pemadam kebakaran setempat ke nomor telepon
113/(0745) 91691 untuk wilayah Sarolangun, berikan
yang jelas dan lengkap seperti apa yang terbakar dan
dimana lokasinya.
dalam gedung/bangunan dan segeralah minta bantuan kepada masyarakat sekitar anda sambil berteriak-teriak minta
tolong sertama upayakan agar segera menghubungi
dinas pemadam kebakaran setempat ke nomor telepon
113/(0745) 91691 untuk wilayah Sarolangun, berikan
yang jelas dan lengkap seperti apa yang terbakar dan
dimana lokasinya.
5)Bila yang terbakar adalah di lingkungan kerja, segera tekan tombol alarm kebakaran agar semua penghuni dan petugas di gedung datang
membantu.
6)Bila terkurung asap, usahakan segera keluar dengan cara merangkak untuk menghindarkan asap.
7) Hindarilah untuk berlindung di kamar mandi atau toilet karena tempat itu tidak aman untuk lokasi berlindung.
8) Siapkan jalur alternatifuntuk menyelamatkan diri dan dapat digunakan untuk menyelamatkan diri jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
9) Bila pada bangunan anda terdapat jeruji atau teralis,
usahakan agar jeruji atau teralis tersebut dapat dibuka dari dalam
(tidak dilas mati) agar lebih mudah digunakan untuk menyelamatkan diri.
10)Jika Anda mengalami luka akibat terbakar, secepatnya dinginkan
dengan air yang dingin atau es dan dapat juga disirami dengan air
mengalir lalu kemudian olesi dengan obat luka bakar, hindarilah
menggunakan odol gigi; Bila luka bakar cukup parah segera minta bantuan
dengan tim medis atau dokter.
HORMAT SAYA
HERIUS HS
Jumat, 13 Januari 2017
PENCEGAHAN KEBAKARAN
Fungsi Pencegahan
Pencegahan dalam arti :
Penyiagaan keandalan bangunan dan lingkungan terhadap bahaya kebakaran Seperti :
Penyiagaan keandalan bangunan dan lingkungan terhadap bahaya kebakaran Seperti :
1. pemeriksaan desain bangunan dan lingkungan khususnya peralatan antara lain
- Apar
- Alrm
- hidran gedung
- sprinkler
- Sumber Air Pemadam
- Jalur evakuasi
- Akses Pemadaman
- akses Ambulan.
Pencegahan dalam arti :
Penyiagaan Unit Kerja Penanggulangan Kebakaran antara lain.
Penyiagaan Unit Kerja Penanggulangan Kebakaran antara lain.
1. menyusun Taktik dan Strategi yang tepat untuk setiap bangunan atau lingkungan yg mempunyai resiko kebakaran tinggi dan vital.
2. Penyiapan dan penyiagaan tenaga pemadam, penyelamat, peralatan teknis, bahan pemadam, serta informasi lapangan.
3 Pembinaan SATLAKAR.
- Pembinaan kepada pengelola bangunan dan lingkungan dalam bentuk penyuluhan.
-. Pemeriksaan berkala dalam rangka menjamin kesiagaan manajemen terhadaap penanggulangan bahaya kebakaran bangunan dan lingkungan.
-. Pengawasan dan pengendalian bahan mudah terbakar.
4. Hasil penilaian atas butir 1,2,3 di atas bila memenuhi persyaratan diberikan dalam bentuk REKOMENDASI DAN PERIZINAN. 5. Pendataan daerah rawan kebakaran.
Minggu, 21 Agustus 2016
API DAN KEBAKARAN
PENGENALAN API
Siapa yang tak kenal dengan api?
Api merupakan sumber Energi yang sangat kita butuhkan dalam Proses Keberlangsungan hidup manusia. Api kita gunakan untuk memasak, Proses Pembakaran yang menghasilkan Energi gerak pada Kendaraan Bermotor, Kereta Api, Pesawat dan lain sebagainya, sehingga bisa dikatakan api adalah kebutuhan Pokok bagi manusia. Namun api juga dapat berakibat fatal bagi keberlangsungan hidup dan kehidupan manusia dengan menjadi alat pemusnah yang hebat dan dahsyat yang disebut dengan KEBAKARAN. Harta, benda bahkan nyawa manusia dapat hilang diakibatkan oleh kebakaran. Untuk itu ada baiknya kita mengenal lebih dekat tentang API dan KEBAKARAN sehingga kita dapat secara maksimal memanfaatkannya dan sekaligus dapat mencegah dan memadamkan kebakaran dengan Efektif dan Efisien sebelum api dan kebakaran tersebut merenggut harta, benda dan orang-orang terdekat kita yang sangat kita cintai.
Untuk mengenal lebih dekat apa itu API dan apa itu KEBAKARAN maka kita harus lah mengetahui apa makna ataupun pengertian dari api dan Kebakaran itu sendiri. Ditinjau dari segi ilmiah API adalah sebuah Proses Oksidasi/Penguraian dimana dalam proses tersebut akan menghasilkan energi-energi yang dilepaskan berupa panas, cahaya dan gerak serta meninggalkan sisahasil pembakaran berupa karbon (arang) dan asap (Uap air dan gas-gas Berbahaya). Dalam prosesnya energi-energi dan sisa hasil pembakaran inilah yang mengakibatkan manfaat dan kerusakan bagi manusia dan lingkungan sekitar tempat terjadinya api tersebut, bermanfaat apabila api tersebut masih dapat di kendalikan dan diatur untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dan lingkungan sekitarnya. Namun apabila APIitu sudah tidak diperlukan, sukar dikuasai, merugikan dan tidak diinginkan maka api tadi bermetamorfosa menjadi KEBAKARAN.
Api itu sendiri terbentuk dari 3 (tiga) unsur pembentuk yaitu:
1. Bahan
1. Bahan
adalah : Unsur material yang menjadi media untuk terbentuknya API berupa benda-benda yang ada di sekitar kita berupa benda padat, cair, gas dan listrik
2. Sumber panas
adalah : Unsur pemicu peningkatan suhu/temperatur di suatu area yang apabila terakumulasi secara kontinyu akan menimbulkan kumpulan panas yang cukup untuk membuat/menimbulkan titik nyala
3. Oksigen (O2)
2. Sumber panas
adalah : Unsur pemicu peningkatan suhu/temperatur di suatu area yang apabila terakumulasi secara kontinyu akan menimbulkan kumpulan panas yang cukup untuk membuat/menimbulkan titik nyala
3. Oksigen (O2)
adalah : Unsur pengurai yang dibutuhkan dalam proses pembakaran dimana oksigen berperan sebagai pengurai senyawa-senyawapembentuk benda-benda yang terbakar.
Dan ketika tiga unsur tadi berpadu/bertemu secara bersamaan dan memicu proses pengikatan rantai reaksi Kimia maka API akan terbentuk. Didalam ilmu Kebakaran ini dinamakan “SEGITIGA API”

Apabila kebakaran telah terjadi, maka tidak ada tawar-menawar lagi, besar ataupun kecil kebakaran tetaplah kebakaran dan harus segera DIPADAMKAN. Dalam proses pemadaman kebakaran haruslah dapat menggunakan Media (alat) dan Metode (cara) yang benar, untuk itu kita harus memperhatikan apa benda yang terbakar tersebut.Untuk mempermudah proses pemadaman kebakaran itu sendiri dibagi menjadi beberapaklasifikasi sesuai dengan dasar Pengklasifikasian yang dikeluarkan oleh NFPA (Nations Fire Protections Association) / organisasi pemadam kebakaran sedunia Yaitu :
- Kelas Kebakaran A yaitu kelas kebakaran dimana bahan yang terbakar adalah benda-benda padat seperti kayu, kertas, karet, baju, plastik dll yang sejenis. Proses pemadamannya dengan menggunakan Metode COOLING (Pendinginan) yang dibantu dengan media Air, Lumpur, Pasir dan lain sebagainya yang bersifat menyerap sumber panas sehingga temperatur di area kebakaran menurun dan api akan pkebakaran ini dapat juga dipadamkan dengan Metode Urai dengan cara memisahkan bahan-bahan yang belum terbakar danMetode memutus rantai reaksi k
- Kelas Kebakaran B yaitu kelas kebakaran dimana bahan yang terbakar adalah benda-benda Cair dan Gas seperti Minyak, Oli, LPG, LNG, Etanol, dll yang sejenis. Proses pemadamannya dengan menggunakanMetode SMOTERING (Penyelimutan) dengan menggunakan media berupa FOAM/Busa dan benda-benda lain yang dapat mencegah oksigen masuk kearea pembakaran sehingga kebutuhan oksigen untuk proses pembakaran tidak tercukupi bahkan habis dan api akan Padam. Kelas ini juga dapat dipadamkan dengan Metode Urai dimana kita memutus sumber suplai gas yang terbakar dengan cara menutup Valve atau katup Penyalur Gas sehingga bahan yang terbakar akan segera habis dan api pun akan Padam.
- Kelas Kebakaran C yaitu kelas kebakaran dimana bahan yang terbakar adalah Listrik. Prosespemadamannya menggunakan Metode Starvation (Urai) dimana kita melakukan penguraian pada ARUS LISTRIK dengan cara memutus arus lisrik tersebut dari area kebakaran sehingga area kebakaran benar-benar steril dari arus listrik, dan dilanjutkan dengan metode Cooling (Pendinginan) yang berfungsi untuk menurunkan suhu sehingga bahan-bahan padat yang terbakar akibat arus listrik tadi padam.
- Kelas Kebakaran D yaitu kelas kebakaran dimana bahan-bahan yang terbakar adalah jenis-jenis Logam seperti, Ze(Zink), Be(besi), Mg (Magnesium) dan lain-lain yang sejenis. Proses pemadamannya dengan menggunakan Metode Smotering dan Coolin dimana menggunakan media tepung khusus yang di sebut tepung DCP (Dry Chemical Pwder) REGULAR. Namun kebakaran kelas ini jarang terjadi di lahan, hutan, dan pemukiman penduduk yang notabene bukan tempat-tempat pengecoran l
Demikian sedikit pengenalan singkat tentang Api dan Kebakaran serta cara memadamkannya. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua
Jumat, 12 Agustus 2016
STRATEGI PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
STRATEGIS PENCEGAHAN KEBAKARAN
1) sistem peringatan dini;
2) peningkatan partisipasi
masyarakat; dan
3) memasyarakatkan teknikteknik
ramah lingkungan dalam pengendalian
kebakaran
Contoh Sistim Peringatan dari satelit Hotspot.
UPAYA PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT
1.Kampanye peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran dan penegakan hukummelalui dialog langsung dan/atau melalui media penyuluhan.
2.Pemberian insentif, sehingga masyarakat akan memperoleh manfaat dari partisipasi aktif mereka dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran.
3.Peningkatan kemampuan masyarakat melalui pelatihan dan bimbingan;
4.Pembentukan Tim Pemadam Kebakaran (fire brigade) di tingkatmasyarakat yang difungsikanuntuk membantu menanggulangi kebakaran hutan dan lahan sejak dini di wilayahnya
LANGKAH - LANGKAH STELAH ADANYA PERINGATAN DINI
1. Menyebarkan peringatan dini melalui media lokal (cetak, radio) agar diketahui oleh
kelompok target pemanfaat hutan, politisi, masyarakat dan pengelola lahan lain mengenai
akan terjadinya kemarau panjang yang berpotensi menyebabkan kebakaran;.
2. Memantau aktivitas disekitarlahan dan hutan, terutama daerah
rawan melalui patroli harian;
3. Menyebarluaskan informasi larangan melakukan pembakaran;
4.Melakukan persiapan, pelatihan dan penyegaran untuk semuapetugas terkait dan masyarakatdalam usaha-usaha pemadaman kebakaran;
5. Merencanakan penanggulangan bersama dengan masyarakat, LSM, dan perusahaan-perusahaan di sekitar hutan;
6.Memastikan ketersediaan peralatan pemadaman dan semua peralatan berfungsi dengan baik;
Melakukan pertemuan dan komunikasi secara rutin antara masyarakat, perusahaan, LSM dan petugas pemadam kebakaran.
TEKNIK ZERO BURNING
“Teknik zero burning adalah :
sebuah metode pembersihan lahan dengan cara melakukan penebangan tegakan pohon pada hutan sekunder ataupada tanaman perkebunan yang sudah tua (misal Kelapa sawit)kemudian dilakukan pencabikan(shredded) menjadi bagian-bagianyang kecil, ditimbun dan ditinggalkandisitu supaya membusuk/teruraisecara alami”.
Manfaat :
1. Merupakan pendekatan ramah lingkungan yang tidak menyebabkan polusi udara;
2. Mengurangi emisi gas rumah kaca
terutama CO ;
3. Limbah biomasa tanaman (bahan organik) dapat terurai sehingga meningkatkan penyerapan air dan kesuburan tanah, mengurangi kebutuhan pupuk anorganik.
4. Penanaman bibit secara langsung pada timbunan limbah organikakan menambah manfaat agronom, Nilai Nitrogen yang lebih tinggi.
5. Pelaksanaannya tidak bergantung pada kondisi cuaca;
6. meminimalisasi dampak run off yang dapat menyebabkan penurunan muka air tanah
Demikianlah Strategi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan semoga bermanfaat.
Rabu, 10 Agustus 2016
JENIS JENIS APAR DAN FUNGSINYA
Jenis apar dan fungsinya penting untuk diketahui karena masing-masing apar memiliki kemampuan untuk memadamkan api dari sumber yang berbeda. Apar adalah alat pemadam kebakaran ringan yang umumnya berbentuk tabung berisi pemadam api bertekanan tinggi. Sebagai bagian dari standar keamanan, gedung-gedung kantor atau tempat tinggal yang dibangun wajib memiliki apar yang ditempatkan pada tempat-tempat tertentu.
Gedung yang memenuhi standar keamanan dengan menempatkan beberapa apar di dalamnya berarti telah memenuhi K3 atau standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Sebelum mengetahuiJenis Apar dan Fungsinya ada baiknya jika Anda mengenal pembagian kategori jenis sumber api terlebih dahulu. Kebakaran pada umumnya diklasifikasikan menjadi 4 kategori, yaitu:
- Klas A, yaitu kebakaran yang bersumber dari bahan padat biasa yang mudah terbakar. Contohnya adalah kayu kering, kertas, karet, plastik, dan lain sebagainya.
- Klas B, yaitu sumber kebakaran berasal dari bahan cair dan gas yang mudah menyala apabila terkena api. Contohnya adalah bensin, solar, thinner, gas elpiji, dan lain sebagainya.
- Klas C, yaitu adalah sumber kebakaran yang berasal dari hubungan arus pendek atau kelistrikan. Contohnya adalah generator listrik, pemasangan kabel yang tidak tepat, dan sebagainya.
- Sedangkan Klas D adalah kebakaran yang disebabkan oleh terbakarnya benda logam, seperti magnesium, potassium, lithium, dan lain-lain.
Untuk bisa memadamkan api dari masing-masing kategori, dibutuhkan apar dengan isi tabung yang berbeda. Berikut adalah 4 jenis apar dan fungsinya.
Alat pemadam api jenis busa/foam
Jenis Apar dan fungsinya yang pertama adalah apar yang menggunakan busa sebagai pemadam. Alat ini dinamakan dengan Aqueous Film Forming Foam yang efektif untuk digunakan memadamkan kebakaran Klas A dan B. Busa dibuat dari membuat campuran beberapa bahan kimia dengan air yang kemudian bereaksi dan menjadi busa dengan volume 10 kali lebih banyak dibandingkan volume campurannya. Cara kerja apar busa ini adalah isolasi, yaitu menutupi sumber api dengan busa sehingga tidak ada jalan bagi oksigen yang bisa membuat api semakin besar.
Alat pemadam api jenis CO2
Jenis apar dan fungsinya yang kedua adalah menggunakan gas karbondioksida atau CO2 untuk memadamkan api sebagai lawan dari oksigen. Isi tabung apr CO2 ini adalah gas dalam bentuk cair yang apabila disemprotkan akan berubah bentuk menjadi gas. Penggunaan apar CO2 lebih tepat untuk memadamkan api Klas B dan C. CO2 yang dimasukkan ke dalam tabung apar memiliki suhu yang sangat rendah sehingga cukup berbahaya apabila terkena kulit manusia.
Alat pemadam api jenis serbuk kimia
Serbuk kimia atau dry chemical powder adalah jenis apar yang paling banyak digunakan karena ia bisa memadamkan api dengan efektif untuk hampir semua jenis api, terutama untuk Klas A, B, dan C. Isi tabung apar serbuk kimia ini adalah kombinasi dari mono amonium dan amonium sulfat yang bisa memisahkan api dengan oksigen sehingga cepat padam. Sayangnya setelah digunakan, apar ini akan menyisakan serbuk-serbuk kotor sehingga tidak banyak digunakan untuk kebutuhan pabrik karena bisa merusak peralatan produksi.
Alat pemadam api jenis air atau cairan
Jenis apar dan fungsinya yang terakhir adalah memanfaatkan air dengan tabung bertekanan tinggi. Apar dengan air ini paling ekonomis karena hanya berisi air saja dan bisa digunakan hampir semua Klas kebakaran kecuali untuk Klas C. Hal ini dikarenakan air merupakan zat yang bisa menghantarkan listrik sehingga berbahaya apabila memadamkan api karena listrik dengan menggunakan air.
Demikianlah Jenis jenis Apar dan Fungsinya semoga bermanfaat.
Langganan:
Postingan (Atom)
PENCEGAHAN KEBAKARAN DENGAN APAR
JENIS JENIS APAR DAN FUNGSINYA
Jenis apar dan fungsinya penting untuk diketahui karena masing-masing apar memiliki kemampuan untuk memadamkan api dari sumber ya...
-
Jenis apar dan fungsinya penting untuk diketahui karena masing-masing apar memiliki kemampuan untuk memadamkan api dari sumber ya...
-
JENIS SCBA Self Contained Breathing Apparatus ( SCBA ) Secara garis besar SCBA dibagi menjadi dua jenis yakni : Close Ci...
-
Antisipasi dan Pencegahan Pencegahan dapat dilakukan lebih dini terhadap munculnya penyakit yang dibawa oleh air saat musim pengh...











